[Chapter] Wrong Love (Part 1)

PicsArt_1420858495321

Romance, Fantasy, Thriller

——————————————-

Sangat membingungkan, apakah beginilah aku akan mati?

      ‘Minran-ah… mau kemana?”

     “Hanya jalan-jalan sebentar.”

     “Baiklah, tapi kau tahu tidak boleh kemana.”

     “Tentu, bu.”


Tubuhnya bergerak-gerak meski dengan kedua mata yang masih terpejam. Derit kayu yang ia hasilkan memecah keheningan di tempat yang memang selalu sepi. Di dahinya muncul kerutan halus, dan sesekali suara lenguhan keluar dari bibir pucat gadis itu.

     “Hey, bagaimana jika kita menikah?”

     “A-apa? Kau bercanda?”

     “Tidak. Besok aku akan menemui orang tuamu untuk membicarakn ini.”     

Dadanya naik turun, sebisa mungkin mengisi paru-parunya yang terasa kosong. Jari-jarinya mulai mencengkram kain di bawahnya.

      “Ggrrrr…”

     “Tidak… jangan. Pergi, jangan ganggu aku…”

     “Ggrrrr…”

     “Kumohon…”

Makin lama gerakan tubuh gadis itu makin menguat mencerminkan kegelisahan yang amat sangat.

“AAHHH…”

Kedua matanya terbuka lebar. Tangannya naik memegangi dadanya yang terasa sesak dan masih tersengal-sengal. Cengkramannya pada kain mulai mengendur, seiring dengan nafasnya yang mulai teratur.

Ia mandudukan tubuhnya, lalu menoleh. Matanya menelusuri tiap sudut ruangan luas yang sama sekali asing baginya. Cat tembok berwarna putih bersih dengan berbagai macam benda berwarna biru gelap, termasuk tempat tidur yang sedang ia tempati.

Tempat tidur? Kamar siapa ini?

Tiba-tiba matanya menangkap sosok pria yang tengah berdiri sambil menopang tubuhnya di tepi meja dan melipat kedua tangannya. Pria itu lalu menegakkan tubuhnya, kemudian menatap gadis itu dengan pandangan tajam dan penuh nafsu. Ia melangkahkan kakinya mendekati si gadis, dan matanya berubah kemerahan.

Gadis itu menahan nafas ketakutan. Kenapa mata pria itu bise berubah merah? Ia merasa pernah melihat tatapan seperti itu. Tubuhnya sudah siap untuk segera melarikan diri kalau-kalau terjadi sesuatu.

“Ah,” gadis itu mengerang kesakitan saat menggerakan lengannya. Seluruh tubuhnya berdenyut nyeri dan terasa amat sakit.

Ia kemudain menyibak selimut yang menutupi sebagian besar tubuhnya dan menemukan hampir seluruh organ tubuhnya dipenuhi oleh goresan dan lebam yang membiru. Ia mencoba menyentuh salah satu lebam, dan sekali lagi ia meriingis akibat rasa sakit.

Gadis itu menoleh lagi. Pria itu masih di sana, tetapi kali ini hanya berdiri mematung. Pandangnya tak lagi menakutkan. Jika ia tak salah, pria itu tengah menatapnya dengan pandangan terkejut dan bingung. Kakinya berayun, mundur beberapa langkah.

Kemudian dengan gerakan cepat, ia melangkah maju, melewati gadis itu dan menghilang di balik pintu menyebabkan debuman besar saat menutup pntu tersebut.

Gadis itu terpana. Ada apa? Ia benar-benar tidak ingat apapun. Yang ia tahu, terkhir kali ia berpamitan pada ibunya beberapa waktu lalu, seperti yang terjadi dalam mimpinya barusan. Selanjutnya apa yang terjadi? Siapa pria itu? Dimana ini?

Barbagai pertanyaan yang berputar di kepalanya mendadak lenyap saat mendengar suara kenop pintu. Tepat setelahnya, kepala pria tadi menyembul seolah sedang memeriksa keadaan sebelum benar-benar masuk.

Ia kemudian melangkah mendekat, lalu duduk di tepi tempat tidur dan meletakan sebuah kotak putih di samping gadis itu.

Gadis itu menatap bingung wajah pria di hadapannya. Namun yang dipandang hanya membalas dengan pandangan datar. pria itu menatap kotak di sampingnya , lalu memandang gadis itu lagi, menyuruhnya untuk segera membuka kotak itu.

Seolah mengerti, gadis itu berusaha menahan rasa sakit dan meraih kotak tersebut. Ia lalu dengan perasaan takut, ia membuka kotak tersebut. Namun senyumnya mendadak merekah saat menemukan berbagai macam obat-obatan di dalam sana.

Ia menoleh ke arah pria itu. Namun pria itu masih memandangnya datar, tak berekspresi sama sekali dan sedikit terkesan menakutkan. Namun, entah mengapa gadis itu tak merasa ketakutan lagi. ia mulai merasa aman di dekat pria di hadapannya dan… entahlah, mungkin ia juga merasa nyaman?

Ia lalu menjulurkan tangannya hendak mengambil salah satu obat luka. Tetapi ia benar-benar lupa mengenai seberapa parah lukanya sehingga kini ia harus merasakan sakit yang amat sangat di sekujur tubuhnya, meski hanya digerakan sedikit saja.

Pria itu terkejut saat melihat gadis di hadapannya kembali meringis kesakitan. Mendadak ia merutuki kebodohnnya karena membiarkan gadis itu mengobati lukanya sendiri. Entah sejak kapan pria itu memiliki belas kasihan.

Dengan sangat hati-hati dan perlahan, ia mengobati luka gadis itu. Hal seperti ini sudah biasa baginya. Sudah menjadi makanan sehari-hari jika tubuhnya terluka parah sehingga harus diobati. Tentu saja oleh dirinya senidiri.

Sementara itu, si gadis terus menatap wajah pria di hadapanya. Tak bisa dipungkiri, pria ini sangat tampan dan berkarisma. Rahang tegas, hidung mancung, dan mata indah. Dan oh, rambutnya. Rambut lurus berwarna coklat gelap yang sangat cocok dengan kulit pucatnya. Memepesona!

“Aku Minran. Lee Minran,” ucap gadis itu. Sontak pria dihadapannya menoleh.

Namaku Cho Kyuhyun.

Sangat ingin rasanya ia mengatakan kalimat itu. Namun ia lebih memilih mengatup rapat-rapat mulutnya. Sudah cukup gadis itu memasuki rumahnya. Ia tak boleh tahu apapun lebih dalam lagi. itu bisa jadi sangat berbahaya.

Kyuhyun mengembalikan obat-obatan itu ke dalam kotak, lau berdiri. Namun belum sempat ia melangkah, Minran menarik pergelangan tangannya. Mendadak Kyuhyun membeku. Rasanya seperti beribu-ribu volt listrik menyengat setiap organ tubuhnya.

“Kau mau kemana?” Tanya Minran.

Namun Kyuhyun bergeming. Ia berhasil meloloskan tangannya dari genggaman gadis itu yang lemah hanya dengan sentakan kecil.

“Kumohon jawab aku. Ini dimana?”

Kyuhyun menoleh ke arah Minran dan mendapati gadis itu tengah menatapnya dengan tatapan sayu, memohon, dan sedikit kegelisahan. Sangat berbeda dengan pandangan berbinar yang sempat membuat Kyuhyun menyumpahi dirinya sendiri karena membawa gadis itu kemari.

Apa yang ia pikirkan? Saat itu otaknya benar-benar sedang tidak berfungsi dengan baik dan membuatnya berani –atau dengan bodohnya membawa Minran ke rumahnya. Ke rumahnya! Ya ampun, itu benar-benar keputusan paling berani yang pernah ia ambil. Dan sialnya keputusan itu salah besar.

“Kau benar-benar tidak ingat?” Tanya Kyuhyun. Minran tertegun sesaat. Suara berat dan serak –yang amat terdengar seksi ditelinganya dengan sukses menghipnotis gadis itu. Namun dengan cepat ia berhasil menyadarkan dirinya sendiri, lalu menggeleng dengan gerakan berlebihan sebagai jawaban dari pertanyaan Kyuhyun.

“Kalau begitu coba ingat lagi,” ujar Kyuhyun. Ia kemudian langsung melangkah keluar sebelum dicercoki lebih banyak pertanyaan lagi oleh Minran.

Keadaan kembali sunyi saat Kyuhyun benar-benar hilang dibalik pintu. Minran menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur dan memejamkan kedua matanya. Ia mengikuti saran Kyuhyun dengan mencoba mengingat apa yang terjadi, siapa Kyuhyun, dam bagaimana ia bisa berada di sini.

Tapi semakin dipikirkan, kepalanya semakin berdenyut dan lama-kelamaan makin terasa sakit seakan ingin pecah. Namu ia tidak menyerah. Ia mulai mengingat bagaimana perpisahan terakhir dengan ibunya. Dan… ah! Dia ingat. Serigala putih itu mengejarnya hingga masuk jauh ke dalam hutan. Kemudian ia terjatuh dan membuatnya hampir menjadi mangsa serigala itu. Jadi itulah sumber luka-lukanya ini.

Ia melanjutkan membuka satu persatu memorinya. Setelah lama, akhirnya ia ingat. Ia ingat begaimana Kyuhyun muncul…

*****

Kyuhyun baru saja akan meneguk air di gelasnya saat telinganya yang peka menangkap suara langkah kaki tak jauh dari rumahnya. Dengan cepat ia meletakkan kembali gelas itu dan melangkah tergesa-gesa menuju pintu. Ia harus cepat, sebelum semuanya menjadi semakin rumit.

Tepat saat ia membuka pintu, dua ekor serigala berbulu hitam dan coklat kemerahan muncul dan melangkah ke arahnya dengam gerakan lambat. sambil terus melangkah, perlahan-lahan bulu kedua serigala itu menghilang. Tubuh mereka menegak dan kaki depan mereka berubah menjadi sepasang tangan. Tubuh mereka bukan lagi tubuh serigala, melainkan tubuh manusia normal.

“Menunggu kami, Tuan Cho?” ucap seorang pria yang kini sudah berada di hadapan Kyuhyun. Ia mengenakan kaus putih polos, jeans hitam, dan jaket kulit hitam mengkilat. Di belakangnya, berdiri seorang gadis cantik yang menggunakan baju, hot pants, dan boots kulit serba merah yang semakin menonjolkan lekuk tubuh indahnya.

“Cih, percaya diri sekali kau. Aku hanya berniat keluar rumah sebentar,” jawab Kyuhyun datar, namun sangat terkesan sinis.

Seakan telah terbiasa dengan perlakuan Kyuhyun, pria itu hanya mengeluarkan smirknya yang sama sekali tidak sebanding dangan milik Kyuhyun.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya pria itu yang tentu saja tanpa nada khawatir.

“Sejak kapan kau peduli dengan keadaanku?”

“Siapa yang peduli? Aku hanya ingin memastikan bahwa salah satu anggotaku ini tidak mati karena gagal menangkap mangsanya tadi malam.”

Perkataan berusan sukes menohok Kyuhyun. Tangannya terkepal kuat, menyebabkan kuku-kuku jarinya memutih. Namun ia tetap mempertahankan raut wajahnya yang santai, tak ingin terlihat lemah.

“Tenang saja. Imunku bahkan lebih kuat darimu. Aku tak akan mudah mati sepertimu, Yunho-ssi” jawab Kyuhyun tenang. “Jika kau bukan anak Lotus, aku yakin kau tak akan bisa menempati posisimu sekarang.”

Kini giliran pria itu yang menggeram marah. Bagaimana mungkin harga dirinya diinjak-injak oleh bocah seperti Kyuhyun. Hei, posisinya sebagai ketua sekarang. Tapi Kyuhyun masih saja tak mau menghormatinya.

Tetapi bukan Yunho namanya jika membiarkan begitu saja sikap memberontak yang dilakukan anggotanya. Ia hanya sedang menunggu waktu yang tepat.

“Terserah kau saja, Cho Kyuhyun” ucap Yunho akhirnya. “Ayo, Suzy.”

Kedua manusia itu kembali berubah menjadi serigala, dan menghilang dengan cepat dibalik semak.

Dengan perasaan lega, Kyuhyun masuk ke rumahnyadan menutup pintu rapat-rapat. Sudah lama ia tak merasakan perasan panik dan gelisah seperti sekarang. Jika Yunho sampai mengetahui keberadaan Minran, bukan hanya Kyuhyun, gadis itu juga akan berada dalam masalah besar. Dan bukan tidak mungkin hali itu akan menyebabkan nyawa mereka melayang.

Yunho. Orang itu benar-benar membuat Kyuhyun muak. Ia adalah musuh Kyuhyun sejak dulu. Seakan mereka memang diciptakan untuk saling bermusuhan. Dan sialnya pria itu kini menjadi ketua kelompok mereka yang berarti Kyuhyun harus tunduk pada perintahnya.

“Cho Kyuhyun? Jadi itu namamu.”

Suara itu kembali membuat Kyuhyun tersentak. Ia memutar tubuhnya dan menemukan Minran tengah melangkah ke arahnya dengan tertatih-tatih.

“Kau mendengarnya?”

“Mendengar apa? Aku baru saja sampai.”

“Ah, tidak ada,” ucap Kyuhyun lagi-lagi merasa lega. “Ada apa?”

Minran tersenyum senang mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Aku telah mengingat semuanya. Apa yang terjadi, aku sudah tahu.”

“Benarkah?” Kyuhyun terhenyak. Entah mengapa ia merasa  khawatir dan gelisah mendengar perkataan Minran.

Apakah gadis itu akan marah? Memaksa Kyuhyun mengantarnya pulang dan menyalahkan Kyuhyun? Apakah gadis itu akan meninggalkannya? Ada sedikit rasa tak rela. Kyuhyun tahu tempat gadis itu bukan di sini. Ia harus segera pergi. Tapi Kyuhyun juga tak ingin ditinggalkan oleh Minran. Gadis itu adalah yang pertama membuatnya luluh dan merasa lemah.

      “Terima kasih.” Kata-kata yang keluar dari bibir Minran membuat Kyuhyun tertegun. Ia yakin pendengarannya masih sempurna dan baru saja ia mendengar gadis itu mengucapkan terima kasih untuknya.
     “Aku ingat. Saat dikejar oleh seekor serigala putih, kau datang dan menyelamatkanku. Benar kan?” ucap Minran antusias. “Kau penyelamatku. Jika tidak ada kau, aku pasti sudah mati.”
     Ucapan Minran membuat Kyuhyun bungkam. Itukah yang gadis itu ingat? Kyuhyun tidak munafik. Ia cukup senang mendengar bahwa Minran tak mengingat kejadian yang sebenarnya. Walaupun ia tahu cepat atau lambat, gadis itu akan mengetahui yang sebenarnya.
     “Ya, kau berhutang banyak padaku,” ucap Kyuhyun akhirnya. Ia kemudian melangkah melewati Minran, hendak membasahi kerongkongannya yang sempat tertunda tadi. Minran tetap mengikutinya dari belakang.
     “Jadi, aku harus melakukan apa untuk membalasmu?” Tanya Minran saat Kyuhyun meletakkan gelas di meja. Kyuhyun memalingkan wajah dan menatap Minran. Ia terlihat sedang berpikir.
     “Cukup diam di sini, dan jangan kemana-mana. Jangan keluar, dan jangan membuat keributan,” jawab Kyuhyun. Dari cara bicaranya, sepertinya Kyuhyun tidak ingin dibantah. Namun Minran juga tidak menyukai permintaan Kyuhyun.
     “Bagaimana mungkin aku tidak boleh keluar? Aku harus kembali ke rumah,” protes Minran.
     Kyuhyun merutuki kebodohannya. Tentu saja. Gadis itu tentu memiliki keluarga. Ia tidak mungkin menahan gadis itu di sini. Lalu Kyuhyun mulai menyadari sesuatu. Ia tidak tahu bagaimana caranya agar gadis itu pulang. Kalau gadis itu ingin pulang, tentu ia harus keluar dari rumah Kyuhun. Dan di luar, sama sekali tidak aman bagi gadis itu.
     Kyuhyun mengacak-acak rambutnya gusar. Kenapa jadi seperti ini? Kenapa ia harus membawa gadis itu ke rumahnya?
     “Dengar. Aku akan mengantarmu pulang, tapi nanti. Sakarang, kau hanya perlu menuruti perkataanku tadi,” kata Kyuhyun.
     “Ta-tapi…” Kyuhyun mendorong tubuh Minran hingga gadis itu merasakan dinginnya dinding, lalu menempelkan salah satu tangannya ke dinding di sebelah kepala Minran sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.
     “Kau bilang mau melakukan sesuatu, kan? Jangan membantah kalau ingin membalas kebaikanku. Ingat, aku telah menyelamatkan nyawamu.” Minran membulatkan matanya. Ia dapat merasakan wajahnya memanas. Wajah Kyuhyun hanya beberapa senti dari wajahnya. Pandangan matanya juga sangat menusuk. Namun entah mengapa membuat jantung Minran berdegup amat cepat dan tidak beraturan.
     Setelah beberapa saat berada dalam posisi seperti itu, Kyuhyun kembali ke posisinya semula.
     “Pokoknya kau di sini saja. Jangan menarik perhatian orang luar,” ucap Kyuhyun terlihat gugup. Ia sendiri tak tahu mengapa tubuhnya bereaksi seperti itu. Bahkan ia merasa perbuatannya tadi terlalu nekad. Mungkinkah ia menakuti gadis itu?
     Minran tidak menjawab. Ia masih terlalu shock. Lagipula jika ia bersuara, ia takut ia akan terdengar seperti orang bodoh.
     Sebenarnya Minran masih tidak setuju. Ia ingin cepat-cepat kembali ke rumahnya. Apalagi, kini ia tingal bersama seorang pria yang sama sekali asin baginya. Tapi mengingat bahwa pria itu adalah penyelamat hidupnya, ia bungkam. Masih untung Kyuhyun mau merawatnya dan membiarkan gadis itu tinggal. Jadi Minran lebih memilih untuk tidak protes.
     Kyuhyun kemudian pergi dari sana, meninggalkan Minran sendirian. Setelah Kyuhyun pergi, Minran baru merasakan betapa besar dan mewahnya rumah ini. Minran kagum. Ia merasa sayang rumah sebesar dan semewah ini hanya ditinggali oleh Kyuhyun seorang.
     Cat dindingnya berwarna putih, dengan pernak-pernik berwarna gelap. Benar-benar terlihat manly.
     Mendadak Minran memegangi perutnya yang terasa sakit –atau lebih tepatnya merasa lapar. Ia ingin member tahu Kyuhyun, tapi sayangnya pria itu sudah tak terlihat. Jadi ia lebih memilih untuk mecari sendiri makanan di dapur. Persetan dengan dengan Kyuhyun yang mungkin mengatainya tidak sopan, yang jelas kini perutnya benar-benar butuh asupan makanan.
     Untungnya, kini Minran sedang berdiri di dapur. Ia mulai membuka lemari-lemari di sana, namun tidak menemukan apapun. Ia lalu beralih ke kulas dan menemukan tidak banyak makanan mentah.
     Dengan gembira, ia mulai memeriksa bahan-bahan mentah tersebut. Senyumnya lalu merekah saat menemukan ide. Ia akan memasak makan malam untuk Kyuhyun juga. Hitung-hitung, sebagai ras terima kasih
*****
     Kyuhyun duduk di sofa di kamarnya –tentu saja kamar yang berbeda dengan kamar tempat Minran tadi. Ia menghembuskan nafas berat. Pikirannya tidak pernah sekacau ini.
     Ia yang telah membawa Lee Minran kemari, jadi dia juga yang harus membawa gadis itu kembali ke tempat asalnya. Tapi bagaimana caranya? Minran tidak boleh keluar. Ia takut Yunho dan anak buahnya dapat mencium bau tubuh Minran dan menjadikan gadis itu mangsa. Itu tidak boleh terjadi.
     Layaknya serigala sejati, kaum mereka memiliki indra yang peka. Pengelihatan, pendengaran, dan penciuman mereka sangat tajam.
     Saat malam hari, mereka akan berubah wujud menjadi seekor serigala, lalu menyusuri hutan untuk mencari mangsa. Mangsa-mangsa itu mereka anggap sebagai makan malam. Biasanya, mereka akan memdapatkan kijang atu hewan-hewan hutan lain. Namun jika beruntung, mereka bisa mendapatkan daging manusia kesukaan mereka.
     Kemarin malam, Kyuhyun mendapat keberuntungan itu. Ia menemukan Minran tengah berjalan sendirian dengan raut wajah kebingungan. Tanpa nerpikir panjang, ia lansugn menerkam gadis itu. Tetapi rupanya gadis itu cukup gesit untuk menghindar dan berlari cukup cepat. Dan saat Kyuhyun mendapat kesempatan yang baik untung memuaskan perutnya, mendadak tubuhnya seperti memiliki pikiran sendiri.
    Setiap organ tubuhnya tak mau bergerak. Bahkan pandangan matanya tak mau beralih dari wajah Minran. Dan tanpa diperintah, kakinya melangkah ke belakang, dan perlahan-lahan tubuh sergialanya berubah menjadi tubuh manusia di saat yang bersamaan ketika gadis itu ambruk ke tanah, kehilangan kesadaran.
     Dan tanpa berpikir panjang –atau bahkan Kyuhyun tak berpikir sama sekali, ia membawa Minran ke rumahnya.
     Kyuhyun tidak tahu harus merasa bersalah atau bahkan senang saat Minran mengingatnya sebagai penolongnya. Padahal, Kyuhyun sendirilah yang hampir melenyapkan nyawa gadis itu.
     Bagaimana jika gadis itu tahu siapa yang ia sebut ‘penyelamat nyawa’-nya yang sebenarnya? Mungkin ia akan langsung membeci Kyuhyun dan langsung pergi meninggalkannya. Mungkin ia akan memberi tahu orang lain tentang keberadaan Kyuhyun.
     Tak apa, tak apa jika orang-orang tahu tantan Kyuhyun dan berusaha memusnahkan kaumnya. Ia masih bisa melawan. Tapi fakta bahwa gadis itu akan membencinya dan meninggalkannya sama sekali tidak bisa diterima Kyuhyun.
     Meskipun Kyuhyun merasa bodoh, ia tahu jika gadis itu pergi, ia akan merasa kehilangan. Ya, kehilangan. Kyuhyun mengacak rambutnya lagi. perasaannya terhadap gadis itu sudah semakin tak terkendali. Padahal, ia tahu perasaan itu tidak boleh ada. Kyuhyun tidak pern
~ TBC ~
Huweee… mian udah lama nggak ngepost ff. terakhir ngepost kapan ya? *mikir keras
Ini pertama kalinya author nulis ff chapter (atau twoshoot?), pertama kalinya nulis ff bergenre fantasy dan thriller. Serba pertama kali, jadi author tahu masih banyak kurangnya. Kalau banyak typo, mian ya… T_T
Sorry kalau kalian nggak suka. Author ngerti. Tapi plis jangan judge author *apaan? Kalau mau kasih masukan, bilang aja. Tapi jangan pedes-pedes dan bikin semangat jatuh.
Ditunggu ya, chapter selanjutnya. Author juga tunggu comment dari kalian.
~ Thank You ~
Advertisements

18 thoughts on “[Chapter] Wrong Love (Part 1)

  1. kyaaaa baru part pertama aja udah daebak jadi penasaran dasa next partnya di tunggu next partnya unni..

    ah iya saya reader baru disini unni salam kenal ^^

  2. yah,gak etis banget thor,TBCnya kalimatnya kok di potong??,, tpi ni kecehh bgt ff nya di tunggu thor nextnya!!! 🙂

  3. Keren cerita.nya, tapi past tbc kayaknya kepotong deh kalimatnya hhehe..
    Jadi Kyuhyyn serigala tersebut dn Minra belum tau kalau Kyuhyun bukan manusia. Kyuhyun terpesona dengan wajah Minra mankanya dia nggak jadi memangsanya waktu lihat wajah Minra kkeke
    Ditunggu nexk partnya..

  4. Yuhuuuu bemu ff bergenre fantasy lgi hahhhaha aku suka banget baca ff yg genre kayak gini 😆😆😆
    Hmmm ffnya bgus feelnya jg dapet aihhh T.O.P banget lah
    #very nice

  5. kyuhyun siluman serigala, eh?
    N suka ama minran yg sharusnya jd mangsanya?
    Ohoho…aq suka crita kyk gni, dtggu klanjutannya, fighting authornim^^)9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s