[Chapter] Wrong Love (Part 2)

                                     PicsArt_1420858495321

Romance, Fantasy, Thriller

——————————————-

Kyuhyun tidak pernah sekacau ini. Nyawanya dan gadis itu benar-benar dalam bahaya. Arrgghhh… kenpa ia harus membawa gadis itu ke rumahnya? Kenapa tidak ia tinggalkan saja gadis itu di dalam hutan?

*****

Kyuhyun serasa mau gila. Setiap hari ia harus menyembunyikan Minran sebaik mungkin, menyamarkan baunya yang dapat menarik serigala lain dengan baju dengan aroma khas Kyuhyun, dan Yunho. Keparat itu terus mengganggu Kyuhyun yang membuat Kyuhyun semakin ingin melenyapkannya.

“Apa lagi yang kau inginkan?” Tanya Kyuhyun sambil berdecak kesal. Di hadapannya, berdiri si keparat –Yunho bersama Suzy, ‘mainan’ Yunho yang terus menerus berusaha menggoda Kyuhyun dengan kedipan mata dan bibirnya yang merah menyala.

“Wow, wow… bukan sambutan yang bagus, hm?” Yunho berusaha tersenyum ramah yang malah makin membuatnya nampak konyol. Namun ia segera sadar bahwa Kyuhyun sama sekali tak berniat untuk menanggapinya dan langsung mengembalikan mimik wajahnya seperti semula.

“Aku hanya ingin mengucapkan perpisahan. Memangnya tidak boleh?”

Kyuhyun mengerutkan dahinya. “Perpisahan?”

“Ya… aku dan ayah akan menghabiskan waktu bersama. Kau tahu lah, acara ayah dan anak. Sekitar hmm… dua hari? Tiga hari?” ucap Yunho.

“Lalu? Apa hubungannya denganku?” Tanya Kyuhyun berusaha tenang. Bagaimana tidak? Menurutnya, hal itu adalah hal yang sangat baik karena ia bisa terbebas dari si Keparat Yunho dan gadis penggodanya, Suzy –meski hanya untuk sementara waktu. Tetapi yang lebih penting, ini adalah peluang besar untuk membawa Minran keluar dari sini.

“Apa ya? Entahlah, kupikir kau akan senang mendegarnya kan?” Kyuhyun tetap mempertahankan wajah datarnya yang sebenarnya cukup mengintimidasi Yunho. “Terserahlah. Nikmati saja hari-harimu yang menyenangkan tanpaku. Kalau begitu, aku pergi dulu. Ayo, Suzy.”

Seperti biasa, Kyuhyun menunggu hingga Yunho dan Suzy benar-benar tak terlihat lagi, dan segera masuk ke dalam rumah.

Kyuhyun menutup pintu dengan cepat. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hatinya. Bukankah seharusnya ia senang? Ini adalah kesempatan emas untuk membawa pulang Minran. Tapi kenapa ia malah merasa agak sedih? Lebih tepatnyaia merasa seperti kehilangan. Entah kenapa hatinya mendadak terasa begitu kosong.

Kyuhyun mengacak rambutnya dengan kasar. Apa yang ia pikirkan? Perasaan gila macam ini? Ia menggoyangkan kepakanya dengan kuat untuk dapat berpikir dengan jernih.

Dengan cepat, ia mencari Minran dan menemukan gadis itu tangah menyirami tanaman di dalam pot-pot kecil, hal yang sering ia lakukan untuk mencari kesibukan.

“Harimu telah tiba,” ucap Kyuhyun yang cukup mengejutkan Minran akibat kemunculannya yang tiba-tiba. “Ayo, kuantar kau pulang.”

*****

Minran hanya bisa mengikuti kemanapun Kyuhyun membawanya. Sesekali ia merintih kesakitan saat Kyuhyun menggenggam telapak tangannya terlalu kuat. Raut wajah pria out tak setenang biasanya. Wajahnya masih dingin seperti biasanya, tetapi raut serius dan khawatir lebih mendominasi. Kyuhyun bertingkah seolah membawa pulang Minran adalah sebuah misi besar dan itu membuat Minran makin tidak mengerti.

“Ah!” Minran tersentak saat genggaman Kyuhyun makin menguat. “Hei, ada apa denganmu?”

“Maaf. Tapi kita harus bergerak cepat,” ujar Kyuhyun tanpa menoleh sedikitpun. Minran menjadi agak kesal karena menganggap Kyuhyn acuh padanya.

“Setidaknya jelaskan padaku apa yang terjadi. Selama tinggal bersamamu, aku seperti orang bodoh yang terus mengikuti kemauanmu tanpa mengetahui apa pun.” Minran terus memaksa, tetapi Kyuhyun tetap begeming.

“Yak, Cho Kyuhyun. Tolong jangan begini. Jangan membuatku kesal. Setidaknya buat kesan baik sebelum kita berpisah.”

Berpisah… Satu kata itu entah mengapa mempunyai arti yang dalam bagi Kyuhyun. Kata itu terus terngiang di telinga Kyuhyun dan makin dipikirkan, makin membuat hatinya terasa sakit. Moodnya yang sudah buruk makin rusak oleh kata itu.

Dengan satu gerakan cepat, pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Minran. Matanya menatap lurus kearah kedua bola mata Minran. Aura gelap mulai menyelubungi tubuh Kyuhyun.

Minran melangkahkan kakinya satu langkah ke belakang saat mendapat tatapan dingin dan menusuk dari Kyuhyun. Udara di sekitanya seakan menurun drastis dan membuat tubuhnya menggigil.

Namun, Minran lebih terkejut lagi saat matanya menagkap kedua bola Kyuhyun yang biasanya berwarna hitam pekat mendadak berubah menjadi merah menyala. Namun hanya sepersekian detik kemudian, keduanya berubah menjadi hitam kembali seperti tak terjadi apapun.

Kyuhyun, m-matamu…”

Kyuhyun seperti tersadar kembali. Ia tentu mengerti apa yang dimaksud oleh Minran. Ia lalu melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Minran.

“Baiklah, maaf untuk tanganmu. Tapi kita tak boleh berlama-lama di sini,” ucap Kyuhyun berusaha tenang seperti tak terjadi apa-apa. “Kita harus cepat, atau kau tak akan pernah bisa pulang.”

Kyuhyun kembali mulai berjalan, seperti tak memberi kesempatan kepada Minran untuk berbicara lebih lanjut. Nyatanya, gadis itu memang memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan. Namun Ia lebih memilih untuk diam dan mengikuti langkah Kyuhyun.

*****

Hari sudah gelap, dan mereka baru mencapai setengah perjalanan. Biasanya, Kyuhyun hanya perlu berubah ke tubuh serigalanya yang jauh lebih kuat, cepat dan lincah saat ingin menyusuri hutan. Namun, ia tidak mungkin melakukan hal itu di hadapan Minran.

Untuk memperlihatkan mata serigalanya saja sudah sangat ceroboh. Kyuhyun harus lebih berhati-hati. Jika emosinya memuncak, maka saat itulah semuanya berakhir.

“Kyuhyun, apa masih jauh? Kurasa kakiku tak sanggup lagi,” keluh Minran. Gadis itu menyenderkan tubuhnya ke sebuah batang pohon besar.

Sebenarnya Kyuhyun keberatan dan ingin menyruh Minran untuk berjalan lebih jauh lagi. Sebagai manusia setengah serigala, Kyuhyun memang memiliki kekuatan ekstra dibandingkan manusia biasa. Karena itu ia merasa belum terlalu lelah dan masih sanggup berjalan.

Namun, saat melihat wajah Minran yang benar-benar terlihat lelah dan putus asa, Kyuhyun menjadi tidak tega. Aneh memang. Sebelumnya, Kyuhyun tak pernah merasa kasihan kepada siapapun. Ia merasa banyak perubahan yang terjadi dalam dirinya sejak kehadiran Minran.

Tetapi Kyuhyun tak pernah memikirkan hal itu lebih lanjut karena semakin dipikirkan, ia akan semakin pusing. Jadi ia putuskan untuk membiarkan semuanya mengalir begitu saja.

“Baiklah. Kita istirahat di sini,” ucap Kyuhyun akhirnya. Ia melangkah kea rah Minran, lalu duduk di bawah pohon tempat Minran bersandar.

“Apa? Di sini?” Tanya Minran ragu.

Kyuhyun mengerutan dahi kearah Minran. “Memangnya dimana lagi?”

Minran berdecak kesal, tak percaya dengan apa yang harus ia alami. Dengan berat hati, ia mendudukan tubuhnya di samping Kyuhyun dan menyenderkan punggungnya di batang pohon. Menurutnya sangat tidak nyaman saat bokongnya menyentuh tanah keras disertai kasarnya dedanuan dan ranting kering. Tapi ia tak ingin mengeluh lebih banyak. Untuk dapat duduk saja ia sudah sangat bersyukur.

Namun mendadak Minran teringat sesuatu. Matanya membulat sempurna dengan cepat dan jantungnya berdetak kencang. “Tidak Kyu, kita tidak seharusnya di sini.”

Kyuhyun mengernyitkn dahi. “ Apa?”

“Disini, di hutan ini aku diserang oleh serigala. Kau ingat? Kau yang menyelamatku.”

Kyuhyun tertegun. Benar. Bagaimana bisa ia melupakan hal itu? Sekarang, apa yang harus ia katakan?

Sebelum pria itu sempat berpikir, Minran sudah berdiri dan menarik tangannya.

“Ayo, kita pergi sebelum serigala-serigala itu datang lagi.”

“Tidak, kurasa kau tidak perlu khawatir. Kita tak akan bertemu serigala di sini,” ucap Kyuhyun. Namun tentu Minran tak akan percaya begitu saja. Ingatannya saat diserang oleh serigala benar-benar membuatnya takut.

“Ayolah. Aku sudah lama tinggal di daerah ini. Aku tahu betul.” Kyuhyun berusaha meyakinkan Minran.

Gadis itu sempat ragu sesaat dan terlihat berpikir. Namun pada akhirnya ia terlihat pasrah. Dengan perlahan, ia kembali duduk di tempatnya semula.

“Ya, kurasa kau benar. Aku harus percaya padamu karena memang saat ini hanya kaulah satu-satunya yang dapat kupercaya.”

Kata-kata Minran itu membuat Kyuhyun tertegun sekali lagi. Minran mempercayainya. Namun pada kenyataanya, segala yang dilakukan Kyuhyun untuk gadis itu adalah penuh kebohongan. Semestinya gadis itu tak sepercaya itu pada Kyuhyun. Hali itu membuat Kyuhyun merasa sangat bersalah.

Lamunan Kyuhyun terhenti saat ia merasakan bahunya menjadi berat karena sesuatu. Saat menoleh, ia mendapati kepala Minran telah bersandar di bahunya dengan mata tertutup.

Pria itu tertawa kecil. Ia sedikit menunduk untuk mensejajarkan wajahnya dengan Minran. Lalu tanpa diperintah tangannya bergerak menyibak helaian rambut yang menutupi sebagian wajah Minran.

Wajah gadis itu jelas terlihat sangat lelah, namun masih tetap terlihat cantik dan polos di mata Kyuhyun.

Kyuhyun kembali pada posisinya semula. Ia lalu memutuskan untuk ikut memejamkan matanya, hanya sekedar untuk menenangkan pikirannya yang terus-menerus tegang seharian ini.

Baru beberapa detik Kyuhyun memejamkan mata, telinganya yang tajam bergerak-gerak menndakan bahawa ia mendengar sesuatu. Kyuhyun membuka matanya, lalu mencondongkan kepala, hendak menggunakan indra peciumannya seolah ingin memastikan sesuatu.

Ya, tak salah lagi. Ini adalah bau manusia. Tapi bukan Minran karena Kyuhyun sudah hafal dengan aroma tubuh gadis itu. Jika buka Minran, itu artinya ada manusia lain di hutan in? untuk apa mereka pergi sejauh ini?

Kyuhyun bangkit berdiri tanpa menimbulkan suara. Dengan hati-hati, ia mengikuti penciumannya yang menuntunnya kearah manusia tersebut.

Setelah berjalan cukup lama, Kyuhyun menemukan tiga orang pria dengan pakaian serba hitam yang mengingatknnya pada Yunho. Masing-masing dari mereka memanggul senapan di bahu dan sepertinya pria yang ditengah adalah pemimpinnya karena dua orang lainnya mengikuti dari belakang.

Kyuhyun tersenyum mengejek. Hanya pemburu biasa, pikirnya. Walaupun untuk ukaran pemburu yang seharusnya sudah mengetahui bahayanya hutan ini, mereka terlalu jauh masuk ke dalam hutan. Tapi Kyuhyun tidak terlalu tertarik dengan mereka. Jadi ia memutuskan untuk pergi dan kembali beritirahat.

“Yak, Sung joong. Kenapa kita harus pergi sejauh ini? Bagaimana jika Minran tak ada di sini?”

Deg. Telinga Kyuhyun seolah terangkat saat mendegar nama yang ia kenal. Ia langsung kembali membalikan tubunya dengan sangat cepat.

“Diam saja sana. Dia itu tunanganku, jadi aku memiliki feeling yang kuat terhadapnya,” jawab pria yang tadi dianggap Kyuhyun sebagai pemimpin.

Seketika tubuh Kyuhyun melemas. Tanganya yang tadi mencengkram batang pohon langsung terkulai dan terayun begitu saja. Jadi Minran telah bertunangan? Kenapa ia tidak tahu? Setelah dipikir lagi, Kyuhyun memang tidak pernah bertanya tentang kehidupan Minran. Atau lebih tepatnya Kyuhyun berusaha membatasi diri untuk tidak tahu terlalu banyak mengenai kehidupan masing-masing. Dan sekarang dengan bodohnya, ia menyukai seorang gadis yang jelas berbeda spesies dengannya dan terlebih lagi gadis itu telah memiliki orang lain di hatinya.

Pria yang disebut Sung joong itu lalu melangkah kearah sebuah pohon, lalu duduk di atas akarnya yang besar. “Huh, gadis itu benar-benar merepotkan. Bagaimana bisa gadis bodoh itu masuk ke hutan terkutuk ini dan tak kembali?”

“Hei, bagaimana pun juga dia tunanganmu,” ujar salah seorang yang lain sambil ikut duduk di samping Sung joon.

“Tunangan apanya?” sergah Sung joon acuh. “Jika bukan karena ayahnya dan ayahku akan bekerja sama di perusahaan, aku tak akan mau bertunangan atau bahkan menikah dengan gadis polos dan manja sepertinya. Jika disuruh memilih, aku lebih baik menikah dengan gadis yang lebih cantik dan kaya dibandingkan Minran.”

Kedua temannya hanya menggeleng mendengar jawaban Sung joon. “Ck, kau memang selalu begitu.”

Kyuhyun menggeram. Mendengar Sung joon berkata seperti itu tentang Minran, membuat hati Kyuhyun menjadi panas. Kyuhyun saja tak pernah berkata seperti itu kepada MInran yang bukan siapa-siapanya. Tetapi tunangannya, pria yang seharusnya dinikahi Minran, malah menjelek-jelekan gadis itu di belakang. Benar-benar keparat. Sebodoh apa gadis itu hingga mau bertunangan dengan pria jelek sepertinya?

Dengan cepat, kuku-kukunya memanjang membentuk cakar, siap mencabik-cabik kulit Sung joon dan mengoyak isinya. Mata merahnya kembali menyala.

Langkah demi langkah, Kyuhyun mendekat kearah Sung joon dan teman-temannya. Mereka cukup terkejut dengan kemunculan Kyuhyun yang tiba-tiba. Sontak, ketiga pria itu bangkit berdiri. Mereka cukup yakin bahwa yang sekarang mereka lihat adalah sosok manusia. Tapi yang ini terlihat sangat menyeramkan. Melihat cakarnya saja sudah membuat bulu kuduk mereka berdiri, ditambah dengan mata merah terang yang menatap mereka dengan penuh kebencian.

“Siapa kau?” Tanya Sung joon sambil berdiri, namun tetap berusaha terlihat santai.

Kyuhyun tak menjawab. Melihat pria itu dari dekat, membuat Kyuhyun semakin benci.

“Mungkin ia siluman,” ujar salah seorang teman Sung joon. “Lihat matanya, cakarnya, dan bahkan taringnya. Ayo, Sung joon, kita harus pergi dari sini.”

Sung joon memukul kepala temannya itu dengan cukup kuat. “Siluman apanya, dasar penakut? Ia hanya orang yang tersesat di sini. Huh, ia sama bodohnya dengan Lee Minran.”

Cukup sudah. Kesabaran Kyuhyun telah mencapai puncaknya. Dengan kasat mata, Kyuhyun menerjang Sun joon hingga pria itu terjungkal dan punggungnya menghantam tanah. Sementara itu, Kyuhyun mash tetap mencengkram kedua tangan Sung joon.

“Yak, pria aneh. Apa yang kau lakukan?” Tanya Sung joon yang terkejut setengah mati dan menahan rasa sakit di punggung. “Hei kalian berdua, cepat bantu aku!”

Seolah tersadar dari keterkejutan, dua teman Sung joon segera mengarahkan senapan ke arah Kyuhyun. Namun Kyuhyun tak gentar sedikit pun. Ia menoleh ke arah kedua orang itu dan mengeluarkan suara geraman yang memekakan telinga. Seketika tubuh kedua orang itu menegang dan tak dapat digerakan. Senapan mereka terjatuh saking takutnya.

“Dasar orang-orang tak berguna,” keluh Sung joon. “Apa sebenarnya kau ini? Orang macam apa yang menggeram seperti itu?”

Dengan sekuat tenaga, ia berusaha mendorong tubuh Kyuhyun agar menjauh darinya. Namun, hanya dengan sekali hentakan, Kyuhyun berhasil menempatkan Sung joon pada posisi semula. Inilah saat yang ia tunggu-tunggu. Kyuhyun mengangkat tangannya tinggi-tinggi, dan bersiap menanamkan cakarnya pada leher Sung joon.

Namun mendadak tanganya terhenti di udara. Pendengarannya menangkap suara dari arah yang ia ketahui.

“Kyuhyun!”

Suara Minran! Dengan segera pria itu bangkit berdiri. Warna matanya berubah hitam. Taring dan cakarnya berubah seperti semula. Ia berubah menjadi manusia normal. Di hadapan Sung joon.

“Mo-monster!” Sontak Sung joon mendorong tubuhnya kebelakanng dan bangkit berdiri. “Pergi kau, keparat!”

Gggrrrrrr…

Mulut Sung joon langsung terkunci saat mendengar geraman Kyuhyun. Ia mundur beberapa langkah, dan lari menjauh.

“Bang Sung joon!” seru kedua temannya. Mereka menatap Kyuhyun sebentar dengan ngeri, lalu ikut berlari dan hilang di antara pepohonan.

*****

Saat Kyuhyun tiba, ia menemukan Minran meringkuk di dantara dedaunan.

“Minran…” ucap Kyuhyun lirih.

Gadis itu menoleh dengan sangat cepat. “Yak, kemana saja kau? Kukira kau meninggalkan ku.”

Kyuhyun memposisikan dirinya di hadapan di hadapan Minran. Entah mengapa, tubuhnya bergerak kontras dengan pikirannya. Ia menjulurkan tangannya, meraih tubuh gadis itu dan memeluknya. Mereka terdiam beberapa saat. Minran tak tahu harus berbuat apa. Jantungnya memompa dengan sangat cepat. Wajahnya memanas dan ia yakin ia terlihat seperti udang sekarang.

Entah mengapa, tubuh Kyuhyun terasa begitu nyaman. Ia merasa aman dan itu membuatnya tak ingin lepas dari peluk pria itu.

“Ah, pemandangan apa ini?” Sontak, keduanya melepaskan pelukan.

“Sial,” desis Kyuhyun saat melihat siapa yang berdiri tak jauh dari mereka. Yunho dan Suzy, beserta dua anak buah Yunho.

“Maaf aku mengganggu kemesraan kalian. Tapi benar-benar tak tahan lagi,” ujar Minho. Pria itu melirik ke arah Minran. Dengan cepat Kyuhyun menggenggam tangan Minran dan menarik gadis itu ke belakang tubuhnya.

“Cih, gadis itu tak ada apa-apanya dibandingkan aku,” ucap Suzy menatap jijik ke arah Minran.

“Sedang apa kau di sini?”

Yunho terkekeh mendengar pertanyaan Kyuhyun. “Belum sadar juga? Aku menjebakmu, dasar bodoh. Aku sudah curiga padamu sejak dulu karena mencium bau manusia dari rumahmu. Tapi aku sempat ragu karena bau itu sangat samar. Jadi aku putuskan menjebakmu dengan berpura-pura pergi beberapa hari. Dan hasilnya sangat mengejutkan. Kyuhyun yang cerdas dan dingin terpancing dengan sangat mudah.”

“Dasar keparat sialan,” desis Kyuhyun.

“Kyuhyun apa yang pria itu katakan?” Tanya Minran yang menyaksikan mereka sejak tadi.

Namun Kyuhyun tidak menjawab. Atau lebih tepatnya tak tahu harus menjawab apa. Ia hanya bisa diam dan bersiaga menjaga Minran.

Yunho tersenyum licik. Bulu hitam mulai memenuhi sekujur tubuhnya. “Ayo kita bertarung, Cho Kyuhyun.”

Dan dalam sekejap, pria itu telah berubah menjadi serigala seutuhnya.

TBC

Yeay…! I’m back. Adakah yang kangen? *ngarep.

Sebelumnya, author sangat sangat sangat minta maaf karena lama nggak update. Sekitar 7 bulan kah? Soalnya, author lagi sibuk sesibuk-sibuknya. Kalau libur tetep ngerjain tugas dan istirahat, jadi nggak sempet lanjutin tulisan.

Moga-moga kalian tetap suka yaa.. mian kalau ff ini nggak bagus dan terkesan maksa. Apalagi typo yang bertebaran dimana-mana T_T

Oh ya, jangan lupa komen di bawah yaaa… biar author tetep semangat

^^

 

Advertisements

8 thoughts on “[Chapter] Wrong Love (Part 2)

  1. Y ampun serem y kl lg berubah bentuk jd serigala nya hiiii~ tp minrin blm tau kyuhyun stngah serigala??? Makin seru ,,,,fighting eon dtunggu next part 🙂

  2. Uwowwwwww jdi si yunho cuman ngejebak ndut yeh waddauhh gawat bisa brabe ntar urusannya krna si minrin udh liat sosok asli dr ndut itu sperti apa hadeuhhhhh 😥
    #very nice

  3. aku dah ngeduga pasti yunho ngejebak kyu dan ternyata iya
    duh makin penasaran sm kelanjutanya >< yunho ngajak kyu buat tarung tp kyu mau kah?? kan disitunya ada minran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s