[Chapter] Wrong Love (Part 3)

                     PicsArt_1420858495321

Romance, Fantasy, Thriller

——————————————

Mata Minran tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan. Sedetik lalu, ia yakin melihat sesosok manusia utuh. Dan di detik  berikutnya, manusia itu telah berubah menjadi seekor serigala hitam yang mengerikan.

Ia tidak ingin percaya, tapi hal itu semakin nyata saat tiga orang yang berdiri di belakang serigala itu juga menunjukan perubahan. Cakar dan taring mereka mulai muncul. Tapi sebelum mereka benar-benar berubah, Kyuhyun menutup kedua mata Minran dengan telapak tangannya.

“Apa kau gila?” ujar Kyuhyun. Nada suaranya terdengar marah, namun juga gelisah.

Tak ada jawaban. Yang ada hanya geraman-geraman yang berasal dari para serigala itu. Minran dapat mendengar geraman itu mulai bergerak dan kini mengelilingi tubuh mereka. Tangan Minran merangkak naik, menggenggam pergelangan tangan Kyuhyun yang sedang menutup kedua matanya.

“K-kyuhyun…apa yang terjadi?” Namun Kyuhyun tak dapat menjawab. Lebih tepatnya, ia sedang berkonsentrasi dan bersiap menerima serangan Yunho dan anak buahnya. Ia harus melindungi Minran meski tanpa berubah menjadi serigala. Tidak. Minran tidak boleh melihat dirinya yang seperti itu.

Yunho dan anak buahnya telah mengelilingi mereka, dan Kyuhyun hanya sendirian. Tiba-tiba, seekor serigala berwarna coklat gelap melompat, menyerang ke arah Kyuhyun dengan mengacungkan cakar-cakarnya yang hendak ditancapkan ke tubuh Kyuhyun. Namun Kyuhyun masih dapat mengelak dengan sekali sentakan menggunakan salah satu tangannya yang terbebas.

Baru saja serigala itu terhempas, kini giliran serigala lain –serigala berbulu kuning keemasan yang menyerang ke arah Kyuhyun, melompat sambil membuka mulutnya lebar-lebar, memperlihatkan taring-taring tajamnya. Kyuhyun segera menendang serigala itu sekuat tenaga hingga serigala tersebut juga tehempas ke tanah.

Rupanya, seirgala bebulu coklat gelap yang tadi telah dihempaskan Kyuhyun telah bangkit kembali. Ia menggeram, mencoba melakukan serangan kedua. Kyuhyun membentuk kuda-kuda, bersiap untuk menerima serangan. Namun kuda-kudanya tentu takkan kuat karena selain masih lelah, salah satu tangannya masih menutupi mata Minran.

“Argghhh!!!” Kyuhyun berteriak saat kakinya merasakan sakit yang amat sangat. Pria itu berbalik dan menemukan serigala hitam yang tengah menancapkan taringnnya di tungkai kaki milik Kyuhyun. Yunho.

“Ukh.. keparat kau, sialan,” desis Kyuhyun.

Seketika, Kyuhyun jatuh tersungkur, menyebabkan tangannya terlepas dari mata Minran.

“Kyu…” Gadis itu mengatupkan tangannya ke depan mulutnya saat melihat keadaan Kyuhyun yang telah tersungkur dengan tungkai kakinya yang bersimbah darah.

Ia ingin menghamiri Kyuhyun, namun tiga ekor serigala bergerak ke arahnya dan mengepung gadis itu. Kakinya gemetar. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Sekelebat ingatan saat dulu seekor serigala putih hampir memangsanya muncuk kembali. Satu serigala saja sudah membuatnya ketakutan. Kali ini tiga! Tiga serigala yang terlihat lebih menyeramkan ditambah satu serigala hitam yang tengah menatapnya penuh kebencian dari samping Kyuhyun. Ia tahu tak bisa lari.

Mendadak, tubuh Kyuhyun bergerak. Ia berdiri dengan tegap seolah tak terjadi apa pun pada kakinya. Tanpa sadar, Minran tersenyum kecil. Entah mengapa, perasaan lega dan senang yang berlebihan muncul saat tahu pria itu masih hidup. Padahal, ia sendiri tengah dikepung oleh sekawanan serigala yang dapat membunuhnya kapan saja.

Serigala hitam yang sedari tadi menatap Minran mengalihkan perhatiannya kepada Kyuhyun. Dan lagi-lagi, seirgala itu membuat Minran terkejut saat hewan berkaki empat itu berubah menjadi manusia normal. Sama sekali tak ada tanda bahwa sedetik yang lalu ia adalah seekor serigala.

Minran memang terkejut dan takut, tapi ia lebih khawatir mengenai apa yang akan dilakukan manusia serigala itu kepada Kyuhyun.

Sementara itu, Yunho menatap Kyuhyun dengan senyuman yang terkesan mengejek. Ia mengusap ujung bibirnya, menghilangkan bekas darah Kyuhyun yang tertinggal di sana. Dahinya berkerut seolah merendahkan pria dihadapannya itu.

“Ya, aku tahu seorang Kyuhyun tak akan mudah dikalahkan hanya dengan gigitan kecil tadi.” Yunho maju dan menepuk bahu Kyuhyun seolah mereka adalah teman akrab. “Tapi.. hey, ayolah. Apa-apaan tadi itu? Yang kuinginkan adalah bertempur dengan Kyuhyun yang kuat, dingin tak akan mau mengalah. Bukan Kyuhyun yang lemah seperti ini.”

Kyuhyun hanya diam, tak mau terbujuk oleh kata-kata Yunho. Yunho juga terdiam sebentar. Ia mengalihkan perhatiannya sesaat ke arah Minran yang masih menatap mereka dengan was-was.

“Ayo kita selesaikan ini,” lanjut Yunho. “Percuma saja kau menyembunyikan identitasmu kepada gadis itu. Jika kau terus begini, kau akan kami kalahkan dengan sangat mudah dan gadis itu akan kami bawa pergi.”

BUG!

Kepalan tangan Kyuhyun mendarat dengan sangat kuat ke wajah mulus Yunho membuat pria itu terhuyung ke belakang sambil memegangi bagian wajahnya yang terekena kerasnya tinjuan Kyuhyun.

Baru saja Yunho akan membuka mulutnya untuk mengucapkan sumpah serapah, Kyuhyun telah menarik kerah bajunya hingga kini wajah pria itu berada sejajar dengan Kyuhyun dan ia bisa dengan jelas melihat warna mata Kyuhyun yang berwarna merah dan kali ini diselimuti kebencian yang mendalam.

“Jangan sekali pun berpikir untuk menyakiti Minran. Bahkan jika kau menyentuh ujung rambutnya saja, akan kupastikan kau lenyap dari dunia ini,” ucap Kyuhyun.

Yunho terkekeh menghadapi sikap Kyuhyun. “Inilah Kyuhyun yang kuinginkan dari tadi. Jika kau tak ingin gadis itu kami sakiti, seperti kataku tadi. Ayo kita selesaikan ini.”

Tepat setelah Yunho menyelesaikan kalimatnya, ia kembali berubah ke bentuk serigala berblulu hitamnya. Kyuhyun terdiam sejenak. Ia benci mengkui ini, tapi Yunho benar. Jika terus seperti ini, bisa dipastikan ia akan kalah. Apa yang terjadi pada Minran jika ia kalah? Apa yang akan dilakukan Yunho? Memikirkannya saja Kyuhyun tak berani. Pada akhirnya, satu-satunya jalan adalah ia harus melindungi Minran dan dirinya sendiri dan tak ada cara lain selain mengalahkan Yunho dan anak buahnya. Ia memang takut jika Minran kecewa dan marah saat melihat dirinya yang sebenarnya. Tapi melindungi gadis itu dan menjaganya tetap hidup jauh lebih penting bagi Kyuhyun.

“Kau akan menyesali ini Yunho,” desis Kyuhyun. Dan tepat setelahnya, taring dan cakarnya bermunculan. Bulu-bulu putih bersih mulai menyelimuti tubuh pria itu. Kyuhyun berubah menjadi serigala seutuhnya. Dalam sekali hentakan, ia melompat, menyerang ke arah Yunho. Dalam sekejap, kedua serigala –hitam dan putih tersebut terlibat pertarungan yang amat sengit.

Keterkejutan Minran tak dapat digambarkan. Kyuhyun… jadi selama ini pria itu juga dapat berubah menjadi seekor serigala. Mendadak kepala Minran terasa sakit. Pikirannya terasa amat kacau. Melihat Kyuhyun yang sekarang membuat pikiran Minran berputar-putar, seolah memaksa masuk ingatan yang selama ini ingin gadis itu lupakan. Serigala berbulu putih dan bermata merah. Tak salah lagi, serigala itu adalah serigala yang hampir membunhnya tempo hari.

Nafas Minran terasa sesak. Ia meremas dadanya yang terasa amat sakit. Mengapa ia merasa seperti orang bodoh sekarang? Selama berbulan-bulan ia tinggal bersama seorang manusia serigala. Dan terlebih lagi manusia serigala itu hampir membunuhnya dan menjadikannya santapan dengan memakannya hidup-hidup.

Kyuhyun terlempar dan punggungnya menghantam batang pohon setelah sebelumnya Yunho menyeruduknya dengan sangat kuat. Nafas Kyuhyun semakin berat. Namun ia masih belum menyerah. Ia berlari, balik meyerang Yunho. Yunho lagi-lagi hendak menghantam Kyuhyun, namun Kyuhyun berasil menggigit leher Yunho dengan taringnya yang tak kalah tajam.

Yunho mengerang kesakitan. Namun dibandingkan Kyuhyun, tenaga yang dimilikinya masih bersisa banyak. Dengan sekali ayunan pada kepala dan lehernya, taring-taring Kyuhyun berhasil terlepas. Lalu dengan kakinya, Yunho menghantam tubuh serigala milik Kyuhyun hingga kini pria itu kembali terlempar dan terjerembab ke tanah. Di tubuh Kyuhyun terdapat banyak goresan dan luka akibat bergesekan dengan dedaunan dan ranting, serta cakar miliki Yunho. Yunho juga memiliki beberapa luka, namun tak seberapa jika dibandingkan dengan milik Kyuhyun.

Cukup sudah. Kyuhyun telah menggunakan tubuh dan tenaganya melewati batas. Ia sudah tak kuat lagi. Sejak tadi, setelah berjalan cukup jauh bersama Minran, ia belum sempat beristirahat. Di tambah lagi, kakinya yang terluka terus mengeluarkan darah yang membuatnya semakin lemah.

Dengan susah payah, Kyuhyun bangkit berdiri. Ia melirik ke arah Minran untuk sekedar mengecek keadaan gadis itu. Meski sedikit, Kyuhyun mengharapkan setidakmya gadis itu mengkhawatirkannya. Namun yang didapatkan Kyuhyun justru tatapan Minran yang dingin. Seketika Kyuhyun makin melemas. Benar, apa yang ia harapkan? Setelah menunjukan kepada gadis itu dirinya yang sebenarnya, ia malah mengharpkan gadis itu mengkhawatirkannya? Yang benar saja.

Kyuhyun dapat mendengar dengan jelas langkah cepat Yunho yang mendekatinya. Namun selain lelah, kini pikirannya juga terasa kosong. Ia ingin menghindar. Namun terlambat. Dengan ayunan pada kakinya yang kuat, Yunho berhasil menancapkan cakar-cakarnya pada tubuh Kyuhyun. Darah segar langsung terciprat mengotori bulu-bulu Yunho. Dan saat itu juga, keempat kaki Kyuhyun tak kuasa menahan bobot tubuhnya. Pria itu jatuh tersungkur ke tanah.

Yunho mencabut cakarnya dari tubuh Kyuhyun menyebabkan lebih banyak darah yang mengalir megotori bulu putih bersih milik Kyuhyun. Tanpa diperintah, Kyuhyun kembali berubah ke tubuh manusianya. Darah segar terlihat mengalir dari sisi kiri perutnya. Kyuhyun menggeliat, menahan sakit akibat luka yang dialaminya.

Yunho melangkah mundur. Ia juga kembali berubah menjadi manusia normal, begitupula dengan Suzy dan kedua anak buahnya.

“Bagus, sekarang kau malah mengotori tubuh indah dan sexy milik Kyuhyun,” keluh Suzy tak terima. “Sekarang apa yang akan kita lakukan pada gadis bodoh ini?”

Yunho melangkah ke arah Minran dan membungkuk untuk menyamakan tubuh gadis itu yang kini sedang terduduk di tanah. Minran mendorong mundur tubunya, namun tangan Yunho lebih cepat memegangi dagunya.

“Bawa dia bersama kita. Ia akan menjadi umpan yang bagus untuk Kyuhyun.”

*****

“Apa yang kalian inginkan?” Tanya Minran dingin. “Aku tak memiliki apapun. Tak ada gunanya kalian menangkapku.”

“Diamlah, gadis bodoh. Jika bukan karena Yunho yang menyuruhku agar menjagamu tetap hidup, sudah dipastikan aku sedang menyantap dagingmu sekarang ini,” ucap Suzy terdengar kesal. Perutnya memang sedang lapar sekarang dan sangat susah menahan diri saat makanan yang bisa disantapnya tengah berada tepat di hadapannya.

Mereka –Minran dan Suzy, kini tengah menyusuri lorong panjang yang gelap. Jalan mereka hanya diterangi oleh obor yang tergantung di dinding-dining lorong. Ada beberapa pintu yang telah mereka lewati, tapi tak ada satu pun yang mereka masuki. Sampai, mereka berada di ujung lorong dan terdapat pintu kayu yang terlihat lusuh dibanding pintu-pintu lain ang tadi mereka lewati.

Suzy mengeluarkan kunci yang merupakan gabungan dari sepuluh atau lebih anak kunci. Ia berdecak kesal saat melohat banyaknya anak unci itu.

“Huh, harusnya tadi kutanyakan kunci yang sebenarnya pada Daehan,” keluh Suzy pelan. Namun Minran masih dapat mendengarnya dengan jelas.

“Apa? Jadi kau tak tahu kunci mana yang harus kau pakai?”

“Sudah kubilang diam!” Bentak Suzy membuat Minran mau tak mau mengatup rapat kedua bibirnya. “Hm, jadi mari kita lihat…”

Minran terus menatap Suzy yang tengah mencoba satu persatu anak kunci dengan memasukannya ke lubang kunci pintu kayu tersebut. Gadis itu sedari tadi mengatakan Minran bodoh, tetapi ia sendiri rupanya jauh lebih bodoh.

“Ah, ketemu,” ucap Suzy senang saat sebuah anak kunci berhasil masuk. Ia kemudian memutarnya dan membuka gagang pintu. “Cepat masuk. Ini adalah tempat tinggalmu sekarang.”

Suzy sedikit mendorong tubuh Minran, memaksa gadis itu memasuki ruangan yang hanya berukuran 3×3 dengan ranjang kayu reot, sebuah meja kayu yang terlihat sangat tua dan sebuah ventilasi udara yang teramat kecil di bagian atas.

“Yah, tempat yang cukup bagus untuk mankhluk terkutuk sepertimu,” sindir Suzy. “Bye, darling.”

Suzy kembali menutup pintu itu, dan Minran dapat mendengar dengan jelas suara kunci yang diputar, lalu dicabut dari tempatnya.

Minran menghela nafas berat. Ia mendudukan dirinya di ranjang hingga timbul suara berderit yang memecah keheningan saat ranjang tua itu harus menahan bobot tubuh Minran yang terbilang mungil.

Bagus. Kali ini ia tak dapat lari kemana-mana lagi. Ia benar-benar terkurung. Tak ada lagi orang yang dapat menyelamatkannya. Siapa harus ia harapakn? Kyuhyun? Entahlah. Orang –atau mungkin manusia serigala yang selama ini ia percaya, yang ia anggap sebagai penyelamat hidupnya, justru telah membohonginya habis-habisan. Justru ia yang memulai segalanya. Kyuhyun lah yang tadinya ingin menghabisi Minran. Kyuhyun lah orang yang menjadi penyebab segala kesialan Minran. Gadis itu tak ingin mengharapkan apa-apa lagi kepada Kyuhyun, atau lebih tepatnya ia tak berani.

Minran memeluk lututnya, lalu menenggelamkan kepalanya di antara kedua lututnya. Sayup-sayup, isakan-isakan kecil mulai terdengar dari arah gadis itu. Makin lama, isakan itu membesar, berubah menjadi tangisan yang menyayat hati. Seluruh tubuh Minran juga ikut bergetar. Dan setelah beberapa saat, ia mulai kelelahan. Lelah karena telah melewati hari yang begitu panjang dan berat, lelah karena telah banyak menangis, hingga ia pun tertidur.

*****

BRAK!

Suara pintu yang dibanting memecah keheningan yang memang selalu menyelimuti tempat itu. Namun meski suara itu begitu keras dan tiba-tiba, gadis yang tengah meringkuk di tempat tidurnya itu tetap bergeming pada posisinya, seolah telah terbiasa dengan hal itu. Kalau bukan Suzy yang datang membawakan makanan untuknya, berarti pengawal yang bertugas berjaga di depan bagunan yang selalu mengecek keberadaan Minran, yang biasa Suzy panggil sebagai Daehan.

“Hey, gadis menyusahkan,” ucap sebuah suara berat. Bukan, itu bukan suara Suzy atau pun suara Daehan. Minran tak tahu siapa pemilik suara itu, tapi ia sama sekali tak tertarik dan tetap pada posisi meringkuknya.

“Yak, apa kau tuli?!” Kali ini, suara itu tedengat meninggi disertai tendangan pada kaki ranjang yang berhasil membuat Minran terkejut. Gadis itu segera mengangkat wajahnya untuk melihat keparat yang berani mengganggu paginya.

Namun niatan Minran untuk memarahi orang tersebut terpaksa ia kurung saat melihat siapa yang kini tengah berdiri dihadapannya sambil menatap kesal kearahnya. Si serigala hitam, Yunho.

“Ada apa?” Tanya Minran dingin. Ia bangkit, lalu duduk di tepi ranjang.

“Ada apa katamu?” Yunho mengerutkan dahi, seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya. “Suzy bilang selama berhari-hari kau tak pernah menyentuh makananmu sedikitpun. Apa maksudmu melakukan hal itu?”

“Memangnya kenapa? Aku hanya tidak ingin. Aku yang tidak mau makan, aku yang lapar. Apa peduli kalian?”

Cring… cakar-cakar Yunho bermunculan. Pria itu melangkah dengan marah ke arah Minran. Lalu, ia mengarahkan cakarnya ke leher Minran hingga ujung cakarnya yang terasa amat runcing menyentuh kulit leher gadis. Hal itu sukses membuat Minran menahan nafasnya sesaat. Terlebih lagi, kini wajah Yunho telah berada tepat di hadapannya.

“Kau benar-benar gadis yang tak tahu diuntung. Seharusnya kau berterima kasih karena aku masih berbaik hati merawat manusia merepotkan sepertimu. Dengar, kau hanya punya tiga pilihan. Pertama, kau mendengar seluruh perkataanku dan menurutinya. Kedua, kau menjadi santapanku dan pengawal-pengawalku, dan yang ketiga, aku akan meninggalkanmu di tengah hutan dan membiarkan serigala lain menyantapmu. Adil, kan?”

Adil hanya untukmu.

“Jika kau tak ingin memilih pilihan pertama, maka kau harus memilih antara dua pilihan terakhir. Jadi jika hingga besok kau masih membantah, kau harus memilih dua pilihan itu,” lanjut Yunho. Tangannya kini menjauh dari leher Minran. Cakar-cakanya telah hilang entah kemana. Yunho berbalik, hendak keliar dari ruangan itu?”

“Kenapa kau tetap menjagaku?” Pertanyaan Minran berhasil membuat langkah Yunho berhenti. Ia berbalik, kembali menatap gadis itu.

“Kau kan telah membunuh Kyuhyun. Apa maksudmu aku dapat menjadi umpan untuknya? Lagi pula kau bilang aku ini merepotkan.”

Yunho mengeluarkan smirk-nya. Lagi-lagi, ia melangkah mendekati Minran.

“Kau benar. Kau memang sangat merepotkan. Tapi Kyuhyun tak akan mati semudah itu. Ia memang terlihat sekarat saat itu, tapi tidak benar-benar mati. Aku yakin sekarang ini ia telah pulih kembali. Dan kenapa aku masih membiarkanmu hidup? Itu karena aku tahu Kyuhyun mencintaimu. Jadi tak lama lagi, kupastikan si brengsek itu akan muncul untuk menyelamatkan putrinya ini.”

Minran tertegun mendengar perkataan Yunho. Kyuhyun mencitainya? Apakah itu benar? Atau Yunho hanya sedang mempermainkannya saja?

“Lalu kenapa kau tak langsung membunuh Kyuhyun saat itu juga?” Tanya Minran lagi, berusaha menyembunyikan kebimbangannya akibat perkataan Yunho.

“Aku hanya ingin bermain-main dengannya sedikit lagi. Sangat menyenangkan melihat Kyuhyun lemah seperti itu. Dan aku… Arrggghhh… kenapa kau bertanya banyak sekali, sih? Ada apa dengamu? Kau ini benar-benar menyusahkan. Aku benar-benar tak habis pikir kenapa Kyuhyun bisa bertahan dengan gadis sepertimu? Ia menjadi sangat lemah karenamu, bahkan hampir terbunuh demi kau. Pria itu sangat kuat, tapi menjadi lemah hanya karena seorang gadis. Benar-benar bodoh.”

“Pokoknya, selama Kyuhyun masih hidup, kau akan selalu menjadi umpan untuknya. Dan, jangan lupakan tiga pilihamnu tadi,” ucap Yunho. Segera setelahnya, ia menutup pintu dan menguncinya.

Minran terdiam. Pikirannya sangat sibuk sekarang ini, berusaha mencerna apa pun yang dikatakan Yunho tadi dan menggabungkannya dengan fakta-fakta yang telah ia alami selama ini.

Benarkah Kyuhyun mencintainya? Apakah benar Kyuhyun menjadi sangat lemah karena Minran? Setelah dipikir lagi, Kyuhyun tak seburuk dengan apa yang dipikirkan Minran. Pria itu memang hampir membunuhnya, tapi nyatanya tidak. Ia bahkan merawat Minran, melindungi dan menjaga gadis itu dengan sangat baik. Dan beberapa hari yang lalu, Kyuhyun rela bertarung dengan Yunho dan menjadi sekarat demi melindungi Minran.

Tanpa sadar, butir-butir air mata meluncur melewati pipi gadis itu. Kenapa ia tak menyadarinya? Selama ini pikirnya begitu dangkal. Ia memang sempat merasa bodoh telah mempercayai Kyuhyun. Namun kini ia merasa lebih buruk dari orang bodoh karena tak pernah menyadari betapa baiknya Kyuhyun kepadanya selama ini.

Mendadak, Minran merindukan pria itu. Saat ini juga, ia menginignkan Kyuhyun berada disisinya. Dan jika bisa, Minran ingin merasakan lagi pelukan pria itu yang terasa begitu nyaman dan hangat. Ia ingin mendengar lagi suara Kyuhyun yang meskipun bernada dingin, namun setiap kata yang pria itu lontarkan selalu bertujuan untuk kebaikan Minran.

“Maafkan aku, Kyu,” gumam Minran. “Aku benar-benar percaya kepadamu.”

*****

Sementara itu, seekor serigala putih tengah menatap sebuah bangunan dari balik pepohonan. Mataya terpaku pada bangunan tersebut, sama sekali tak lengah. Sebuah geraman muncul saat mata merahnya menangkap tiga sosok manusia yang keluar dari bangunan tersebut. Yunho, Suzy, dan Daehan.

Daehan berhenti di depan pintu, kembali ke posisi berjaganya. Sementara itu, Yunho terlihat sedang berbicara atau lebih tepatnya memberikan instruksi kepada Suzy dan Daehan. Tak lama kemudian, Yunho dan Suzy terlihat hendak meninggalkan tempat itu.

Tidak, Yunho tak boleh pergi sekarang. Dalam sekejap, serigala itu berubah menjadi sosok Kyuhyun yang terlihat jauh lebih bugar dari sebelumnya dengan bekas luka yang hampir memudar dari tubuhnya. Sebagai manusia setengah serigala, proses penyembuhan pada tubuhnya memang jauh lebih cepat.

Kyuhyun harus mengehntikan Yunho sekarang sambil menunggu bala bantuan datang. Dengan cekatan, Kyuhyun keluar dari tempat persembunyiannya dan melambaikan tangannya kuat-kuat.

“Hei, Yunho!” Seru pria itu.

Mendegar namanya dipanggil oleh suara yang sangat dikenalya, Yunho menoleh dengan cepat ke arah sumber suara. Seketika senyum liciknya tertoreh saat melihat pria yang selama ini ia tunggu sedang melambaikan tangan ke arahnya.

“Ah, kau datang lebih cepat dari perkiraanku,” ucap Yunho.

“Bagaimana keadaanya?” Tanya Kyuhyun. Nadanya terdengar yang amat khawatir.

“Jika ‘nya’ yang kau maksud itu adalah, si gadis yang merepotkan itu, maka jawabannya ia baik-baik saja.”

“Jika gadis yang kau sebut merepotkan itu adalah Lee Minran, maka untunglah.”

Yunho memutar kedua bola matanya mendengar perkataan Kyuhyun. “Jadi, kau siap untuk pertarungan kedua kita?”

Taring Yunho bermunculan, bersiap berubah menjadi sosok serigala. Namun belum sempat hal itu ia lakukan, terdengar suara ribut dari belakang Kyuhyun. Fokus Yunho teralihkan. Begitu juga Kyuhyun yang kini membalikan tubuhnya untuk mencari tahu.

“Lihat, itu mereka!” Seru Kyuhyun tiba-tiba, sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Yunho, Suzy, dan Daehan.

Dan setelahnya, Nampak segerombolan orang yang muncul di belakang Kyuhyun. Orang-orang tersebut membawa berbagai alat-alat tajam, senapan, dan juga obor. Wajah mereka sarat akan amarah dan mata mereka terpaku kepada tiga orang yang terlihat terkejut itu.

Kyuhyun membalikan tubuhnyalagi ke arah Yunho.

“Sayang sekali, sepertinya di pertarungan kali ini kau tak hanya akan melawanku saja.”

TBC

Yeay.. akhirnya bisa negepost juga *nangis terharu. Sorry ya lama banget. alasannya masih sama seperti sebelumya, yaitu tugas dan ulangan di sekolah yang terus mengalir T_T

Mumpung ini lagi long weekend dan kebetulan banget aku lagi dapet feel-nya, kemarin seharian aku pake buat membuat ff ini. SORRY BANGET KALO GAJE, KATA-KATANYA KURANG NGENA DAN TYPO YANG BERTEBEBARAN DIMANA-MANA *capslock jebol. moga-moga kalian tetep suka yaa 😉

Jangan lupa comment, ya ^^

Advertisements

10 thoughts on “[Chapter] Wrong Love (Part 3)

  1. Sp y rombongan itu,,, smg minran cpt keluar dr sana ,,, syukurlah kynya minran bs nerima kyu apa adanya neeext ” fighting eon 🙂

  2. Lanjut thorrr, feel nya dapet , bahasanya ringan enak dibaca…
    mian baru komen dipart 3 inii.btw, aku reader yang tdk sengaja nyasar ke sini wkek

  3. Akhirnya update juga….

    Seneng banget lihat minran kembali percaya sama kyuhyun dan aku tebak pasti rombongan orang itu orang2 yang cari minran. Bener gak sih??? Ckckck

  4. Kyihyun datang dengan bala bamtuan untuk menyelamatkan lee minhra, tapi uang dibawa kyuhyun kyuhyun untuk membantunya apakah manusia biasa bukan mamusia srigala. Ditunggu next partnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s