[Chapter] Y(our) Love Story (Chapter 1)

muriva-bluff-embossed-brick-effect-wallpaper-j30309-p711-1303_image copy

Romance, School

_ _ _ _ _

Min Yoongi memang bukan pria yang mencolok. Ia tidak masuk sepuluh besar pria tertampan di kelas, dan peringkat akademiknya selalu menempati sepuluh besar terbawah.

Tapi itu sama sekali tak masalah bagi Minran. Ia tak butuh pria tampan atau pria pintar. Biasanya, ia menyukai pria manapun tanpa alasan. Aneh memang. Tapi ia cukup bangga dengan hal itu. Bukankah itu artinya perasannya tulus?

Tetapi itu bukan berarti Yoongi tidak memiliki alasan apapun untuk disukai. Ia sangat pandai bermain basket. Ia memang bukan kapten di tim basket sekolah, tapi kabarnya Yoongi adalah kandidat terkuat untuk menggantikan kapten basket yang sebentar lagi akan lulus. Yoongi juga jenius musik. Ah, untuk yang satu ini seantero sekolah sepertinya sudah mengetahuinya. Pria itu bisa memainkan bermacam-macam alat musik, bahkan ia kerap kali menciptakan lagu untuk acara sekolah.

Mengingatnya saja Minran semakin jatuh hati. Ia paling suka senyum Yoongi. Imut ! siapa sih, yang akan menolah gummy smile milik pria itu?

“Boom!”

“Ah! Yak! Cho Kyuhyun! Kau mau mati, ya?!”

Minran melanjutkan perkataannya dengan sumpah serapah. Siapapun yang mendengar, pasti akan menutup telinga. Tapi pria yang dipanggil Kyuhyun itu sudah terbiasa sehingga ia hanya tertawa menanggapi reaksi sahabatnya itu.

“Salahmu melamun sendirian. Memikirkan Yoongi, ya?”

Perkataan Kyuhyun yang blak-blakan mau tak mau membuat wajah Minran merona.

“Kau benar-benar sudah bosan hidup, rupanya. Kenapa mengatakannya keras-keras?” ujar Minran sambil mengipasi wajahnya.

Kyuhyun terkekeh, lalu mengacak pelan rambut gadis itu. Menggoda Minran memang sudah menjadi rutinitasnya sejak mereka masih kecil.

Kyuhyun tersenyum, berusaha menahan rasa sakit di dadanya. Entah sampai kapan ia harus memendam perasaannya ini, ia tidak tahu. Untuk sekarang, Kyuhyun hanya ingin selalu berada dekat dengan Minran, gadis yang dicintainya selama bertahun-tahun.

*

*

*

*

*

“Apa?”

Kyuhyun mengernyitkan dahi saat Minran terus menatapnya sejak beberapa menit yang lalu.

“Apakah akhirnya kau menyadari bahwa aku ini saaaaangat tampan melebi- Aw!”

“Dalam mimpimu, Cho Kyuhyun,” ucap Minran santai setelah berhasil mendaratkan kepalan tangannya di kepala Kyuhyun.

“Aku cuma penasaran,” lanjut Minran. Mulutnya berhiaskan kumis jus manga yang baru saja diminumya. “Kapan, sih, matamu akan terbuka?”

“Ck, kau mengejekku, ya? Matamu itu hanya sediiiikit lebih besar dari mataku, tahu,” jawab Kyuhyun kesal.

“Bukan itu maksudku. Yang kumaksud adalah dia…”

Minran menggerakan kepalanya ke samping. Kyuhyun mengikuti arah yang dimaksud Minran. Di sana, ada segerombolan cewek yang sedang duduk melingkar sambil sesekali melirik ke arah Kyuhyun, lalu cekikikan.

Gadis-gadis itu berasal dari sekolah yang sama dengan Minran dan Kyuhyun, dilihat dari seragam yang mereka kenakan. Tak heran, 60% pengunjung di cafe yang bernama First Café ini memang siswa siswi dari sekolah mereka karena letaknya yang tepat berhadapan dengan sekolah.

“Memangnya mereka kenapa?” Tanya Kyuhyun masih tidak mengerti. Minran memutar bola matanya.

“Dengar, ya, Cho Kyuhyun yang tampan dan populer.” Minran meletakkan tangan kanannya ke bahu Kyuhyun.

“Sekarang, perhatikan cewek itu.” Minran menunjuk salah seorang gadis yang duduk bersama gadis-gadis tadi.

“Maksudmu Bae Suzy?”

“Yap!” ucap Minran sambil menepuk bahu Kyuhyun.

“Jangan pura-pura tidak tahu, ya. Kentara sekali kalau cewek itu menyukaimu. Dan kalau kau pria normal, seharusnya kau juga menyukainya.”

Kyuhyun mengernyitkan kening. “Dia? Kenapa?”

“Ya ampun, Kyuhyun. Lihat saja dia. Cantik, tubuhnya bagus, rambutnya panjang. Dia itu ratu sekolah, dan dia suka padamu!”

“Oh,” ucap Kyuhyun.

“Oh?! Hanya itu?”

“Memangnya aku harus apa?”

Minran hanya menatap Kyuhyun dangan pandangan tak percaya, seolah-olah pria dihadapannya itu adalah siluman ikan  yang merupakan mitos belaka dan semestinya tidak pernah ada di muka bumi.

“Sudahlah, lupakan.” Kyuhyun akhirnya angat bicara karena gadis di hadapnnya itu sudah kehilangan kata- kata. “Menurutku, bukannya kau harusnya lebih khawatir dengan kelangsungan hidupmu?”

“Eh? Kelangsungan hidupku?”

“Iya, bukankah hasil ulangan matematikanya sudah keluar?”

Seketika Minran mengerti  maksud Kyuhyun. Tubuhnya bergidik ngeri membayangkan tatapan iblis ibunya nanti saat melihat angka 35 di kertas ulangan matematikanya.

“Tolong jangan ingatkan aku tentang itu, oke? Tolong biarkan aku menikmati masa-masa tenangku sekarang. Kurasa malam ini akan panjang,” ujar Minran dengan tatapan memelas.

Kyuhyun tertawa. Reaksi Minran memang selalu menjadi favoritnya.

Baru saja ia akan membuka mulut untuk menenangkan gadis itu, mendadak ia menangkap ekspresi Minran. Mata gadis itu telah membulat, seluruh tubuhnya kaku.

Oh my god, oh my god. Itu Yoongi,” ujar Minran setengah berbisik.

Mau tak mau, Kyuhyun ikut menoleh. Di pintu masuk, Yoongi tengah menutup payungnya dan meletakkan benda itu di tempat penitipan payung. Di luar memang agak gerimis.

Jantung Minran berdebar kencang. Hanya melihatnya dari jauh saja, Minran sangat bahagia. Ia bisa mersakan wajahnya mulai memanas.

Yoongi tidak sendiri. Ia bersama seorang temannya. Oh, itu Jeon Jungkook. Dia teman sekelas Yoongi, satu tim basket juga. Dibandingkan Yoongi, Jungkook jauh lebih populer. Minran bisa melihat perhatian gadis-gadis didekatnya terhadap Kyuhyun kini teralihkan kepada Jungkook.

Pria itu tampan, postur tubuhya bagus –tegap, dan lebih tinggi dari Yoongi. Dia jago main basket, walau menurut Minran Yoongi jauh lebih jago. Suaranya juga bagus. Minran pernah mendengar pria itu bernyanyi beberapa kali saat acara sekolah.

Selain itu, Jungkook juga  berasal dari keluarga kaya. Untuk yang satu itu, Minran tidak terlalu tahu. Ia hanya pernah mendengarnya dari Lee Ji eun, salah satu teman sekelasnya yang mengaku-ngaku sebagai ketua fansclub Jungkook.

Kedua pria itu terlihat berdiri di dekat meja kasir, tapi belum memesan apapun. Beberapa kali mereka mempersilahkan orang lain untuk memesan duluan. Sepertinya mereka sedag menunggu seseorang.

Baru saja Minran akan menerka-nerka kira-kira siapa orang yang sedang ditunggu Yoongi dan Jungkook, seorang pria datang dengan terburu-buru, menghampiri kedua pria itu. Rambutnya terlihat agak basah karena gerimis.

Minran terkekeh geli melihat raut kesal Yoongi. Wajahnya yang mengantuk (dan selalu mengantuk), membuatnya selalu terlihat lucu dalam ekspresi apapun. Yah, itu menurut Minran, sih.

Oh, Minran tahu siapa pria yang baru datang itu. Namanya Kim Heechul. Minran tidak terlalu mengenal pria itu. Tapi Minran yakin Heechul tidak satu kelas dengan Yoongi dan tidak termasuk tim basket. Tapi tampaknya mereka cukup dekat.

Gaya berpakaian Heechul yang selalu nyentrik juga sangat mustahil untuk dilupakan. Setiap orang yang melihat Heechul untuk pertama kali pasti akan mengingat pria itu seumur hidup mereka. Contohnya saja sekarang ia menggunakan kaca mata hitam di tengah cuaca mendung dan hari yang hampir gelap. Rambutnya panjang sebahu bergelombang dibelah tengah, dan sepatu kets warna neonnya yang menyilaukan mata.

Untuk sesaat, pandangan para gadis teralihkan untuk mengapresiasi fashion Heechul yang berani dan tak akan pernah mereka tiru.

Kyuhyun melirik Minran yang masih sibuk dengan ‘kegiatannya’ itu. Bisa dilihatnya dengan jelas rona bahagia Minran. Kyuhyun cukup yakin gadis itu akan mengutuk siapapun yang berani mengganggu kegiatannya sekarang.

Pria itu tersenyum kecil. Biasanya, dengan tersenyum rasa sakit di dadanya akan berkurang. Ia melakukannya seolah-olah hal itu sudah sering terjadi dan sudah menjadi makanannya selama bertahun-tahun. Meskipun begitu, Kyuhyun tidak pernah terbiasa. Hatinya selalu sakit setiap melihat Minran dekat dengan pria lain. Tapi ia bisa apa? Kyuhyun hanyalah sahabat Minran yang semestinya mendukung apapun yang membuat Minran bahagia.

Seperti sekarang, saat Minran sedang menatap Yoongi dengan tatapan mata penuh cinta, Kyuhyun hanya bisa duduk diam, menonton semua itu terjadi sambil menyeruput kopi susunya.

“Oh, mereka mendekat, mereka mendekat!” ucap Minran antusias, masih dengan berbisik.

Memang, Yoongi dan kedua temannya itu tengah mendekat ke arah mereka sambil membawa nampan berisi beberapa gelas minuman dan kue.

Ketiga pria itu lalu duduk di meja tepat di samping Minran dan Kyuhyun. Minran menoleh dengan cepat ke arah berlawanan untuk menyembunyikan senyumannya yang melebar sekaligus menenangkan jantungnya yang berdetak kecang. Selama ini, ia hanya memerhatikan Yoongi dari jauh, dan kini pria itu duduk di sampingnya. Sekali lagi, di sampingnya!

Minran mengelus dadanya, berusaha mengatur eskpresi wajahnya setenang mungkin. Perlahan-lahan, ia memberanikan dirinya untuk melirik ke arah Yoongi.

Deg! Saat Minran melihat Yoongi, pria itu juga tak sengaja melihat ke arah Minran. Kedua mata mereka bertemu.

Minran tahu persis bahwa kini wajahnya sudah sewarna dengan selai stroberi di kue yang dipesannya tadi. Ia ingin berpaling, menyembunyikan wajahnya, atau kalau bisa lari keluar café untuk menyembunyikan rasa malunya karena kedapatan tengah menatap Yoongi.

Tapi tidak bisa. Tubuhnya kaku, dan kini mereka telah bertatapan selama beberapa detik. Mendadak, Yoongi tersenyum dan terkekeh pelan.

Minran membelalak. Wajahnya langsung berpaling ke hadapan Kyuhyun dengan tatapan ‘kau lihat yang tadi kan? Apa kau lihat itu? Yoongi baru saja tersenyum padaku! Aku tidak salah lihat kan?’ Tapi Kyuhyun hanya membalas tatapan Minran dengan tatapan ‘gadis ini gila, ya?’

Tapi Kyuhyun tahu betul maksud Minran. Ia tak ingin memberitahukan hal ini kepada gadis itu, tapi ia merasa harus. Dengan cepat, ia merogoh pulpen dan menuliskan sesuatu pada selembar tisu café, lalu menyerahkannya kepada Minran.

Sepersekian detik setelah Minran membaca tulisan Kyuhyun, tangan gadis itu gemetar. Wajahnya berubah pucat dan mendadak mual. Rasa malunya semakin menjadi-jadi.

Kini, ia mengerti arti senyuman Yoongi tadi. Minran membenturkan dahinya di meja sambil meremas tisu pemberian Kyuhyun yang bertuliskan: KUMIS ORANGE MU KOCAK!

TBC

Thank you udah baca! Jangan lupa COMMENT ya! Sorry kalau ada Typo 😦

ANNYEONG! ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s