[Chapter] Y(our) Love Story (Chapter 2)

muriva-bluff-embossed-brick-effect-wallpaper-j30309-p711-1303_image copy

Romance, school

_ _ _ _ _

Minran berjalan sempoyongan. Semakin mendekati sekolah, kakinya terasa makin berat melangkah. Ia benar-benar belum siap bertemu Yoongi lagi. Kalau bisa, ia ingin tidur saja di kamarnya seharian dan melupakan kejadian kemarin.

Sebenarnya bisa saja ia mengurung diri di kamar tadi pagi, berbohong kepada ibunya bahwa ia sakit atau apa lah, tapi Kyuhyun justru masuk lewat jendela kamarnya, membuka kunci pintu dan menyerat gadis itu keluar.

“Hm?” Kyuhyun kebingungan saat Minran menatapnya dengan pandangan membunuh.

“Iya, aku minta maaf,” ucap Kyuhyun akhirnya, mengangkat kedua tangannya seperti orang menyerah. “Tapi kau tahu, kan, hari ini ada ulangan biologi. Kalau kau susulan, kan, tidak bisa menyontekku.”

Minran mendesah. Kenapa, sih, cowok itu selalu tidak bisa dibantah? Kyuhyun tahu terlalu banyak tentang Minran sampai-sampai segala hal yang keluar dari mulutnya selalu mengandung kebenaran.

Bahkan perkataannya barusan juga benar. Minran yang bodoh dan Kyuhyun yang jenius. Bukankah perpaduan yang luar biasa? Sepertinya Tuhan merasa bersalah telah menciptakan Minran kelewat bodoh hingga mengirimkan Kyuhyun sebagai penebusnya.

Kalau dipikir-pikir, persahabatan mereka benar-benar luar biasa. Kemana-mana selalu bersama, satu sekolah sejak kelas satu SD, bahkan rumah mereka berdekatan dan orang tua mereka saling kenal baik.

Godaan teman-teman mengenai hubungan mereka sudah menjadi makanan sehari-hari sejak dulu. Tapi Minran dan Kyuhyun tidak memiliki hubungan special apapun, selain sahabat. Minran sendiri tidak yakin apakah ia menyukai Kyuhyun melebihi sahabat atau tidak, dan ia terlalu takut mencari tahu. Hubungan mereka yang sekarang saja sudah bagus dan nyaman.

Sebaliknya, Minran juga tidak tahu perasaan Kyuhyun terhadapnya. Kyuhyun sangat baik dan perhatian, bahkan  Minran pikir Kyuhuyn lebih mengerti Minran daripada Minran mengerti dirinya seindiri.

Terkadang Minran curiga bahwa Kyuhyun menyukainya. Namun sekali lagi, ia terlalu takut untuk mencari tahu dan memang tidak mau tahu. Kyuhyun memang begitu sejak dulu dan Minran tidak mau salah paham dan merusak persahabatan mereka. Itulah alasan mengapa Minran terus mendesak Kyuhyun untuk berpacaran. Selain karena pria itu terlalu kaku untuk seseorang yang tampan dan populer, hal itu juga akan membuat hubungan mereka semakin jelas, bahwa Minran dan Kyuhyun hanyalah sebatas sahabat.

“Wah, sepertinya baru buka.”

Perkataan Kyuhyun membuyarkan lamunan Minran. Pria itu sedang menatap sebuah toko yang baru saja buka.

“Toko game? Itu benar-benar kau, Kyu,” ucap Minran.

“Aku tahu,” jawab Kyuhyun. “Pulang sekolah temani aku ke sini, ya?”

“Baik kapten!” ujar Minran sambil membuat gerakan memberi hormat. “Tapi jangan lama-lama ya?”

Kyuhyun tertawa sambil mengacak rambut Minran. Entah kenapa, pria itu suka sekali menyentuh rambut Minran, dan gadis itu sama sekali tidak keberatan. Bahkan bisa dibilang ia cukup menyukainya. “Sebagai gantinya, kutraktir es krim, deh.”

“Yes! Kyuhyun memang yang terbaik!” Minran memeluk pinggang Kyuhyun. Beberapa orang di sekeliling mereka menatap mereka berdua. Pasti mereka pikir Minran dan Kyuhyun adalah pasangan kekasih yang sedang bermesraan.

Tapi hal itu sudah biasa bagi Minran dan Kyuhyun. Setelahnya, mereka hanya berjalan santai seperti tak terjadi apapun.

*****

*****

Minran sangat suka kejutan. Dengan diberi kejutan ia merasa dirinya special bagi orang lain. Ia juga menyukai sensasi bahagia campur terkejut saat diberi kejutan.

Tapi ia tak menyangka akan mengalami kejutan yang seperti ini. Kejutan ini bahkan lebih baik daripada kejutan yang pernah ia alami sebelumnya. Rasanya sungguh bahagia dan tegang!

Bagaimana tidak? Yoongi sekarang berdiri di pintu kelasnya. Bukan itu saja. Yoongi datang untuk bertemu Minran.

Hebat. Minran bisa merasakan jantungnya berdetak cepat. Jelas sekali kehadiran Yoongi tak terlalu baik bagi kesehatannya. Bagaiman mungkin jantungnya bisa berdetak secepat itu?

‘Ada Lee Minran? Aku mau bertemu dengannya’. Kalimat Yoongi terus berputar di kepala Minran. Gadis itu tak percaya Yoongi baru saja menyebut namanya.

Minran menoleh ke arah Kyuhyun yang duduk di samping. Namun pria itu sedang sibuk dengan game di ponselnya. Sementara Ji Eun yang duduk di depannya justru memberikan cengiran menyebalkan.  Bisa dipastikan setelah ini Ji Eun akan menggodanya habis-habisan. Selain Kyuhyun, orang lain yang tahu tentang perasaannya kepada Yoongi memang Ji Eun.

“A-aku?” Ucap Minran. Mungkin tidak kelihatan, tapi sekarang ini Minran sedang berusaha bersikap senormal mingkin. Ia mati-matian berusaha menahan hasrat untuk menjerit kegirangan dan melompat-lompat seperti orang gila.

Ia memegangi lututnya agar berhenti gemetaran. Setelah itu, Minran berdiri dan melangkah keluar.

“Ada apa?” Tanya Minran. Rupanya pria itu sedang bersama Jungkook. Pantas aja tadi Ji Eun buru-buru merapikan rambut pendeknya yang agak berantakan karena tertidur di jam pelajaran sebelumnya.

“Ada pesan dari Pak Jungsoo,” jawab  Yoongi.

“Kudengar kau pintar menggambar dan lattering?” Sahut Jungkook.

“Eh? Yaaa… teman-temanku bilang gambar dan lattering ku lumayan,” jawab Minran malu-malu. Rasanya agak memalukan memuji karyanya sendiri.

“Pak Jungsoo bilang, beliau mau kau ikut dalam panitia acara Bulan Bahasa. Kau akan masuk di seksi dekorasi.”

“Apa? Aku?”

“Iya, seksi dekorasi kekuarangan anggota. Jadi aku merekomendasikan kau,” ujar Yoongi cepat.

Ya ampun! Minran tidak salah dengar kan? Yoongi merekomendasikannya? Yoongi tahu darimana hobi Minran itu? Lagi-lagi jantungnya berdetak kencang.

“Y-ya sudah. Aku ikut.” Ugh, Minran harap suaranya tak terdengar bergetar. Bagaimana bisa ia meolak jika Yoongi yang meminta.

“Bagus! Kalau begitu, pulang nanti datang ke aula sekolah.  Panitia akan berkumpul di situ,” ucap Jungkook.

“Kau juga panitia?” Tanya  Minran. Ia sebenarnya ingin menanyai Yoongi, tapi mana mungkin ia berani?

“Um, tidak. Aku pengisi acara. Yoongi yang jadi panitia. Dia ketua pantia …. Jadi kalau butuh bantuan, datang saja ke kelas kami.”

“Oh, oke,” jawab Minran sesantai yang ia bisa. Padahal sekarang ini jiwanya sedang bersorak kegirangan. Menjadi bagian dari panitia berarti ia bisa bertemu Yoongi lebih sering dari biasanya.

Terima kasih Tuhan! Akhirnya saat-saat seperti ini datang juga!

“Baiklah, kami akan kembali ke kelas. Sampai bertemu pulang sekolah,” ujar Jungkook arkhirnya.

Mereka berdua berjalan menjauh. Namun baru beberapa langkah, Yoongi berhenti dan berbalik.

“Gambar dan lattering di instagrammu bagus. Aku yakin kamu pasti bisa. Mohon bantuannya, ya.”

Blush! Wajah Minran merah padam. Yoongi mengucapkannya sambil tersenyum sangat manis. Tepat setelah pria itu menyelesaikan kalimatnya, ia berbalik dan melangkah dengan santai.

Aduh, rasanya Minran terbang ke awan-awan.  Ingin sekali minran mengejar Yoongi dan mengatakan kepada pria itu keras-keras, “Hey, Min Yoongi! Kau sudah membuatku serangan jantung dan membuat wajahku terbakar. Jangan kabur! Ayo kita pacaran!”

Tapi yang dilakukan gadis itu hanya berdiri kaku sambil menatap punggung Yoongi. Setelah Yoongi menghilang di belokan koridor sekolah, Minran ambruk. Kakinya benar-benar lemas.

“Minran! Kau kenapa?”

Kyuhyun lari ke arah Minran. Suaranya terdengar khawatir. Dirabanya kening Minran. “Ya ampun! Keningmu panas sekali. Kau sakit?”

Minran menghela nafas. “Iya, aku sakit. Aku sakit karena terlalu menyukai Yoongi! Huwaaaa!”

Minran memeluk  Kyuhyun dan membenamkan kepalanya di dada pria itu. Ah, kepala Kyuhyun mendadak pening. Tapi hatinya kini terasa lebih sakit.

Terlalu banyak yang dipikirakn Kyuhyun saat ini. Bebannya terlalu berat. Ia bingung. Kenapa ia harus menyukai Minran, sih? Rasanya ia ingin menangis bersama Minran. Ia benci karena harus menyukai Minran. Rasa sakit di dadanya makin lama makin parah. Ia benci karena rasa sukanya terhadap Minran semakin bertamabah tiap harinya.

Dengan tangan gemetar, dielusnya rambut Minran. Mungkin tidak ada yang tahu, bahkan Minran sekali pun. Tetapi Kyuhyun sangat suka menyentuh rambut Minran karena… entahlah, rambut panjang selalu mengingatkannya akan sosok ibu.

Kyuhyun memang tumbuh tanpa ibu. Ibunya meninggal saat usianya baru satu setengah tahun. Setelahnya, ia dibesarkan sendiri oleh ayah.

Kyuhyun terkadang bingung bagaimana harus merindukan ibunya. Bertemu saja tidak pernah. Tapi bagaimana pun juga, ia merindukan sosok ibu.

Yaaah, Minran memang jauh dari sifat keibuan. Tapi dia perempuan. Kyuhyun bertanya-tanya apakah rasa sukanya kepada Minran berawal dari situ. Entahlah. Yang jelas Kyuhyun kini sudah menyukai Minran terlalu jauh.

“Kau akan baik-baik saja,” ucap Kyuhyun sambil memeluk dan mengelus rembut gadis itu.  Perkataan itu sebenarnya ditujukan pada dirinya sendiri.

“Semua akan baik-baik saja.”

TBC

Makasih udah baca! Jangan lupa COMMENT ya! Sorry kalau ada typo 😦

ANNYEONG! ^^

Advertisements

2 thoughts on “[Chapter] Y(our) Love Story (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s